my chemychal romance

Myspace LayoutsGet your layout at Myspace

Senin, 31 Maret 2008

ilmu pengetahuan

komputer

komputer

Jaringan Komputer

Mari Belajar tentang Jaringan Komputer.
Berisi tentang hal-hal dasar untuk dapat mengetahui bagaimana cara jaringan komputer bekerja.

Definisi hub,switch, router

Hub
Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal)
ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

Switch
Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.

Router
Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.

Kabel Jaringan

era informasi saat ini sungguh sangat mencengangkan!
karena di Indonesia sendiri sebagai negara berkembang sudah mulai menilik ke depan dengan menggunakan teknologi informasi sebagai tahap untuk membangun bangsa. Dengan adanya Kementrian Komunikasi dan Informasi dengan mengeluarkan beberapa standar nasional untuk bidang teknologi informasi di Indonesia.

Dengan adanya standarisasi nasional, tentu keberadaan teknologi informasi akan semakin bersinergi dengan baik. Untuk standarisasi Teknologi Informasi dilakukan secara nasional dan juga tidak boleh melanggar ketentuan standar internasional, ini dimaksudkan agar keberadaan peralatan masih tetap dapat digunakan di Indonesia dan dunia Internasional. salah satu standar internasional yang akan kita lirik saat ini adalah keberadaan kabel jaringan/UTP (Unshield Twisted Pair) yang digunakan untuk keperluan transfer data dan informasi melalui jaringan LAN (Local Area Network) baik untuk internal maupun untuk menuju ke Internet.

Kabel UTP sudah memilik standar internasional baik dari segi ukuran maupun pewarnaan kabel. Warna di kabel jaringan memiliki 8 (delapan) jenis warna yaitu :
- putih-kuning
- kuning
- putih-hijau
- hijau
- putih-biru
- biru
- putih-coklat
- coklat
Dengan standar warna dan ukuran, maka setiap perusahaan yang akan memproduksi kabel UTP harus mengikuti standar internasional agar dapat masuk ke pasar.

Pemasangan Kabel UTP harus mengikuti standar internasional (dan tentu saja secara nasional ketentuan ini berlaku) untuk urutan pemasangan kabel dan pengaturan jenis transfer data melalui kabel ini. ada dua jenis tipe pengaturan/konfigurasi kabel UTP, yaitu :
- Straight (langsung)
- Cross (menyilang)
Urutan angka, yaitu :
- kabel Straight, ujung 1 adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 dan ujung satunya sama 1 2 3 4 5 6 7 8 .
- kabel Cross, ujung satu adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 dan ujung berikutnya adalah 3 6 1 4 5 2 7 8 .

Untuk pengaturan warna kabel straight adalah seperti berikut :
untuk tipe A

untuk tipe B

untuk kabel Cross adalah seperti berikut :

dengan mengkombinasi antara tipe A di ujung kabel 1 dan tipe B di ujung berikutnya.

selamat mencoba
source = http://www.patraswireless.net/tutorial/basic%20tutorial/tut-equipemt/cable_utp.htm

Menghubungkan Komputer ke Jaringan

Bagaimana caranya agar 2 komputer atau lebih dapat saling berbagi data?
ada beberapa langkah yg dapat dilakukan agar 2 komputer atau lebih dapat saling berbagi data, yaitu menggunakan kabel jaringan. Untuk 2 komputer agar dapat berkomunikasi bisa langsung menggunakan kabel jaringan dengan cara menggunakan jenis kabel jaringan Cross.
Untuk dapat lebih berdaya guna dan bisa berkomunikasi ke komputer lain (misal suatu saat jumlah komputer bertambah) maka dibutuhkan alat yang menjadi terminal untuk komputer dapat saling menghubungi. Bisa menggunakan HUB, Switch atau Router.
Apa itu HUB, Switch atau Router?

Komputer dalam Jaringan pasti menggunakan minimal alat bernama HUB, HUB (dibaca = hap )adalah suatu alat yang menjadi titik temu antara beberapa komputer di dalam suatu jaringan komunikasi data komputer. HUB biasanya digunakan sebagai alat penghubung antara beberapa bagian jaringan, yang berisikan beberapa dudukan (Port) untuk menyambungkan kabel jaringan dari komputer atau alat jaringan lainnya. Ketika ada satu paket yang masuk ke salah satu port d hub, maka akan disebarkan ke semua bagian port dari HUB tersebut sehingga paket dapat dibaca oleh semua komputer yang tersambung di HUB tersebut.

Ada beberapa jenis HUB berdasarkan kemampuan HUB dalam mengatur data/paket yang lewat di HUB.

  • - Passive HUB, berfungsi untuk menyebarkan paket yang masuk ke HUB agar dapat terbaca oleh semua komputer yang tersambung d HUB.
  • - Intellegent HUB, HUB yang mempunyai beberapa funsi tambahan yang dapat digunakan oleh administrator jaringan untuk mengamati lalu-lintas data/informasi yang melalui HUB, disebut juga manageable HUB
  • - Switching HUB fungsi utama adalah membaca tujuan paket yang masuk ke dalam HUB kemudian meneruskan tujuan paket ke port yang dituju. contoh : misal koneksi email masuk ke IP address 192.168.0.1 dari ip 192.168.03, maka tanpa perlu diinformasikan ke semua bagian IP Address tapi langsung di arahkan ke IP 192.168.0.1 saja.

bagaimana dengan Switch dan Router?
tunggu penjelasan berikut nya.

Disadur dari (source translated from) webopedia.com

Mari Belajar ipv6

ipv6 menggunakan hitungan heksadesimal.
contoh pemakaian kita lihat referensinya dari wikipedia indonesia.
----------------------------------------------------------------
Heksadesimal
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan berbasiskan 16. Simbol yang digunakan dari sistem ini adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(=10), B(=11), C(=12), D(=13), E(=14) dan F(=15).

Untuk mengkonfersinya ke dalam bilangan berbasis 10, dilakukan cara berikut (sebagai ilustrasi kita gunakan 10E yang akan dikonfersi ke dalam basis 10) :
Memisahkan tiap digit bilangan yang akan dikonfersi tersebut dan mengkonfersi bilangan A sampai F (jika terdapat) menjadi bilangan berbasis 10. Pada contoh: 1,0,14(ingat E=14 dalam basis 10)
Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.

Pada contoh : Hasil konfersi = 14x16^0 + 0x16^1 + 1x16^2 = 14 + 0 + 256=270 Jadi, 10E berbasis 16 sama dengan 270 pada sistem bilangan berbasis 10.

Sedangkan untuk mengkonfersi sistem bilangan berbasis 10 ke sistem berbasis 16 caranya sebagai berikut (kita gunakan contoh sebelumnya, tetapi kita gunakan 270):
---------------------------------------------------------------
270
270 dibagi 16 hasil: 16 sisa 14
16 dibagi 16 hasil: 1 sisa 0
1 dibagi 16 hasil: 0 sisa 1
----------------------------------------------------------------
Dari perhitungan diatas, nilai sisa yang diperoleh jika dilihat dari bawah ke atas menghasilkan : 1,0,14 yang merupakan hasil konfersi dari bilangan berbasis 10.

bagaimana menggunakan ipv6

Ada referensi dari situs ilmukomputer.com
dengan judul
mengenal IPv6
---------------------------------------------------------------
Mengenal IPv6

Pada tulisan ini akan dijelaskan mengenai IP versi 6 dan bagaimana cara pengalokasiannya, dimana artikel ini pernah dimuat di majalah Infokomputer.
Saat ini untuk request IP address dilakukan melalui lembaga yang telah ditunjuk oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) yang ditentukan berdasarkan wilayah, diantaranya adalah APNIC (Asia Pacific Network Information Center) yang khusus menangani request IP address untuk wilayah Asia Pasifik, diantaranya wilayah yang dilayani oleh APNIC adalah Indonesia. Organisasi serupa yang menangani kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, dan Afrika Sub Sahara adalah ARIN, sedangkan di Eropa, Timur Tengah, dan sebagian Afrika adalah RIPE-NCC.

Tidak ada komentar: